Minggu, 28 Juli 2019

SOAL FISIKA KINEMATIKA GERAK LURUS

Jawablah Soal-soal di bawah ini!

Video pembelajaran Fisika Materi Fluida Kapilaritas


Pemanfaatan Sampah An Organik Untuk Pembelajaran Fisika Materi Fluida Kapilaritas


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di bagian selatan wilayah Propinsi Jawa Timur yang sebagian besar terdiri dari tanah pegunungan dengan luas meliputi 2/3 dari luas wilayah sedangkan sisanya merupakan tanah dataran rendah. Berdasarkan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLH)  Kabupaten Trenggalek Tahun 2017, salah satu isu prioritas yang terjadi di Kabupaten Trenggalek adalah banjir.
Banjir merupakan salah satu bencana yang kerap melanda saat musim penghujan tiba. Di Kabupaten Trenggalek hampir setiap tahun selalu terjadi banjir. Banyak penyebab yang menimbulkan terjadinya banjir. Namun kita sering kali melupakan bahwa banjir bisa saja terjadi akibat hal sepele, namun berdampak luas. Ada beberapa penyebab yang dapat menimbulkan banjir, salah satunya karena adanya penyumbatan aliran sungai atau selokan. Terutama sekarang ini banyak sekali masyarakat yang gemar membuang sampah di sungai. Sehingga sewaktu waktu sampah yang menumpuk bisa mengakibatkan banjir.
SMA Negeri 2 Trenggalek dan lingkungan sekitar selalu menjadi langganan banjir. Salah satu penyebab banjir di sekitar lingkungan SMA Negeri 2 Trenggalek adalah penyumbatan aliran sungai atau selokan  yang di sebabkan oleh sampah an organik. Hal ini terjadi karena belum banyak yang memanfaatkan atau mengelola sampah an organik. Jika masyarakan sudah melaksanakan 3R (reuse, redust, recycle) seharusnya bencana banjir bisa di hindarkan.
Melihat hal tersebut, penulis sebagai guru mata pelajaran Fisika sekaligus pembina tim Adiwiyata Sekolah bertekad kuat untuk mampu melakukan inovasi. Keinginan tersebut semakin kuat karena penulis juga dipercaya oleh Bupati Trenggalek untuk menjadi salah satu tim pembina dan tim penilai sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Pada tahun 2017 saya juga mendapat penghargaan dari kepala dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) sebagai Guru Pelopor Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan.
Selain itu banyak yang berasumsi bahwa ilmu fisika sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena harus memiliki keahlian khusus dan juga harus didukung oleh biaya yang besar, jika memang ingin mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal hal tersebut tidak benar adanya
Dengan bermodal tekat kuat untuk melakukan inovasi pembelajaran maka penulis bermaksud menerapkan materi fisika dalam kehidupan sehari - hari dengan memanfaatkan sampah an organik yang ada di sekitar lingkungan SMA Negeri 2 Trenggalek untuk mengurangi banyaknya sampah an organik yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir, dan untuk membuktikan bahwa aplikasi fisika dalam kehidupan sehari-hari itu ada yang mudah, murah, dan bisa diterapkan oleh siapa saja asal ada kemauan yang kuat.
 Selain itu, inovasi pembelajaran ini juga bisa untuk menyiapkan peserta didik mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, jika nantinya tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Jadi bisa juga meminimalkan pengangguran pasca SMA, meskipun siswa SMA disiapkan untuk melanjutkan pendidikan bukan disiapkan untuk bekerja.

B.     Fokus Best Practice
Fokus kegiatan yang penulis jadikan sebagai best practice adalah pendidikan life skill melalui pembelajaran fisika. Dengan penerapan pembelajaran fisika yang peduli pada lingkungan khususnya materi fluida yang menggunakan  gejala kapilaritas sebagai pijakan teori pemanfaatan sampah an organik sebagai media tanam alternatif.  

C.     Tujuan
Tujuan dari diterapkannya kegiatan-kegiatan dalam best practice ini adalah:
1.      Melaksanakan pembelajaran fisika yang peduli pada lingkungan
2.      Mengurangi sampah an organik yang tidak termanfaatkan
3.      Menghasilkan media tanam alternatif dari sampah an organik
4.      Siswa memiliki keterampilan terapan
5.      Menepis anggapan bahwa penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari itu sulit, rumit, mahal dan butuh keahlian khusus.
6.      Siswa nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan modal penerapan ilmu fisika, jika nantinya tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
D.    Manfaat
Manfaat dari dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pada best practice ini adalah:
1.      Untuk guru
a)      Memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran  yang peduli lingkungan,
b)       Memiliki  alat peraga dalam pembelajaran fisika tentang gejala kapilaritas,
c)      Memiliki karya inovasi yang bisa bermanfaat untuk siswa, sekolah dan masyarakat
d)     Mengurangi sampah an organik yang tdk termanfaatkan
2.      Untuk siswa
a.       Dapat lebih mudah memahami materi fuida pada pembelajaran fisika,
b.      Memiliki keterampilan menerapkan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari
c.       Mendapatkan tambahan uang saku dari hasil penjualan sayuran dari media tanam alternatif yang sudah di buat.
d.      Mampu berwirausaha dirumahnya meskipun belum lulus sekolah
3.      Untuk sekolah
a)      Dari best practice ini sekolah bisa memunculkan kebijakan baru tentang peduli lingkungan pada setiap program-program disekolah.
b)      Terkuranginya sampah an organik yang berserakan
c)      Setiap kelas menjadi sejuk karena banyaknya bunga gantung yang memanfaatkan sampah an organik
d)     Media tanam alternatif  ini bisa dijadikan sumber belajar bagi mata pelajaran lain
4.      Untuk masyarakat
a)      Pencemaran air dan kemungkinan banjir bisa terkurangi
b)      Bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga bisaa mengurangi jumlah pengangguran
c)      Mendapatkan media tanam alternatif murah yang ramah lingkungan
d)     Mendapatkan sayuran yang organik


BAB II
PELAKSANAAN

A.    Deskripsi dan Ruang Lingkup Best Practice
Best practise ini mengangkat pembelajaran fisika yang peduli lingkungan dan aplikasinya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah, murah dan bermanfaat.  Judul best practise ini adalah “Fluida sebagai Media Tanam Alternatif dengan Memanfaatkan Sampah An Organik.” Artinya pada pembelajaran fisika kali ini menekankan pada pendidikan life skill atau kecakapan hidup yang berorientasi pada pelajaran fisika utamanya materi fluida tentang gejala kapilaritas.
Bahan – bahan yang diperlukan dalam pembelajaran fisika kali ini antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Media presentasi materi fluida untuk penanaman konsep dasar tentang fluida pada siswa.
2.      Alat demonstrasi pembuktian gejala kapilaritas yang terdiri dari gelas ukur, pipa kecil, air warna, tisu, kain perca fanel.
3.      Media tanam alternatif, yang alat dan bahannya terdiri dari:
·        

Botol  air mineral bekas, gelas plastik bekas, sterofoam tempat anggur yang sudah tidak terpakai, yang digunakan sebagai medianya.

Gambar 2.1
Gelas plasti, botol air mineral dan sterofoam bekas tempat anggur

·        

solder, untuk melubangi botol air mineral dan sterofoam

gambar 2.2
solder dan botol air mineral yang sudah dilubangi

·          Rockwoll sebagai media semai.

                                               Gambar 2.3 rockwoll
·         Kain  fanel sisa, untuk mengalirkan air dan nutrisi ke tanaman. Proses naik nya nutrisi dan air dari media menuju tanaman melalui kain fanel inilah yang merupakan penerapan gejala kapilaritas.






                     Gambar 2.4 kain fanel sisa   
·         Benih  tanaman, untuk di semaikan dan ditanam di media


          Gambar 2.5 benih tanaman
·         Nutrisi atau bisa juga digunakan MOL (Mikro Organisme Lokal) keong mas. Keong mas banyak sekali di sawah sekitar SMA Negeri 2 Trenggalek. Keong mas merupakan hama tanaman padi yang sangat merugikan petani.

Gambar 2.6 mol keong mas

Batasan-batasan yang diberikan dalam kegiatan best practice kali ini antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Pembelajaran fisika yang diterapkan adalah fluida statis, tepatnya gejala kapilaritas.
2.      Sampah an organik yang digunakan adalah botol air mineral bekas, gelas plastik bekas, gelas air mineral bekas, sisa perca kain fanel
3.        Fluida yang digunakan adalah air dan air yang dicampur nutrisi
4.        Karakter siswa yang dibangun dalam kegiatan best practice ini adalah kemandirian, setelah penerapan pendidikan life skill pada pembelajaran fisika ini dilaksanakan, yang pada akhirnya akan muncullah karakter kewirausahaan.

B.     Langkah-langkah Pelaksanaan Best Practice
Pelaksanaan kegiatan best practice ini berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 selama bulan Oktober. Adapun langkah – langkah pelaksanaan best practice  adalah sebagai berikut:
1.      Penulis  mencari informasi tentang isu lokal Kabupaten Trenggalek, asumsi siswa dan masyarakat tentang life skill melalui pembelajaran fisika
2.      Menetapkan fokus dari best practice yaitu pendidikan life skill pada pembelajaran fisika
3.      Menetapkan judul best practice yaitu “Fluida sebagai Media Tanam Alternatif dengan Memanfaatkan Sampah An Organik.”
4.      Membuat RPP fisika peduli lingkungan
5.      Melaksanakan pembelajaran yang diawali dengan pemberian materi tentang fluida

Gambar 2.7 penyampaian materi fluida

6.      Menjelaskan tentang langkah-langkah pembelajaran
7.      Siswa diinteruksikan duduk dengan kelompoknya masing-masing
8.      Masing-masing kelompok mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


Gambar 2.8 siswa menyiapkan alat dan bahan
9.      Setiap kelompok membuktikan gejala kapilaritas dengan cara menyelupkan tisu dan kain fanel ke dalam air, dan mengamati apa yang terjadi dengan air tersebut.
Gambar 2.9 pembuktian gejala kapilaritas
10.  Setiap kelompok mempersiapkan media semai yaitu rockwoll yang di potong dadu tapi tidak terputus dan selanjutnya melakukan penyemaian bibit ke media

Gambar 2.10 penyemaian
11.  Setiap kelompok membuat media tanam dari sterofoam dan botol air muneral dengan cara melubangi tutup sterofoam, gelas plastik bekas dan botol air mineral
12.  Memasangkan kain fanel pada gelas plastik yang sudah dilubangi dan menyusunnya didalam sterofoam dan botol air mineral yang sudah dilubangi.

13.  Menyusun jadwal pemindahan bibit tanaman dari media penyemaian ke media tanam alternatif
14.  Menyusun jadwal piket perawatan tanaman


Gambar 2.12 masa perawatan
15.  Menyusun jadwal pemberian nutrisi
16.  Memanen hasil


gambar 2.13 panen
C.     Hasil yang Dicapai
Hasil yang dicapai pada best practice ini adalah terciptanya media tanam alternatif dari sampah an organik yang merupakan haril dari aplikasi materi fluida tentang gejala kapilaritas, yang membuktikan bahwa pembelajaran fisika juga peduli pada lingkungan

D.    Nilai Penting dan Kebaruan  Best Practice yang telah dilaksanakan
Nilai penting dan kebaruan best practice yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut:
1.      Membuktikan bahwa penerapan ilmu fisika tidak sulit tapi mudah dan murah.
2.      Membuktikan bahwa prinsip dasar dari media tanam hidroponik berasal dari konsep fisika fluida tentang gejala kapilaritas. Jadi dalam pertanian tidak hanya biologi yang di pakai tapi fisika bisa juga ikut mendasari konsepnya.
3.      Dalam pembelajaran fisika bisa juga ikut peduli pada lingkungan dengan cara ikut mengurangi penyebab terjadinya isu lokal di kabupaten Trenggalek yaitu seringnya terjadi banjir.
4.      Fisika bisa menyiapkan siswa untuk membuka lapangan pekerjaan baru yang pada akhirnya dapat mengurangi jumlah pengangguran pasca SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

E.     Faktor – faktor Pendukung dan Penghambat
Pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan best practise ini memiliki faktor-faktor pendukung antara lain:
1.      Adanya dukungan penuh dari kepala sekolah karena pembelajaran ini berbasis pada peduli lingkungan yang mendukung terwujudnya misi misi SMAN 2 Trenggalek.
2.      SMA Negeri 2 Trenggalek merupakan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional
3.      Adanya semangat dari siswa untuk memiliki keterampilan terapan dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar kewirausahaan
4.      Adanya dukungan penuh dari tim adiwiyata sekolah karena pembelajaran ini bisa mengurangi atau memanfaatkan kembali sampah an organik yang ada di sekolah.
5.      Adanya dukungan dari orang tua karena siswa bisa menerapkan keterampilan dalam pembuatan media tanam alternatif di rumah serta menanam sayur organik mulai dari penyemaian sampai dengan panen di rumah, meskipun hanya untuk konsumsi sendiri.
F.      Tindak Lanjut
Dengan mengikuti pendidikan life skill pada pembelajaran fisika, siswa memiliki pengalaman dalam menerapkan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari sehingga setelah selesai pendidikan di jenjang SMA dan kemungkinan tidak dapat melanjutkan maka siswa mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, menjadi siswa yang mandiri, berprestasi dalam berwirausaha.
  

BAB III
Simpulan dan Saran

A.    Simpulan
Simpulan yang di dapatkan dari keseluruhan kegiatan-kegiatan dalam best practice ini adalah:
1.      Terlaksanakannya  pembelajaran fisika yang peduli pada lingkungan
2.      Dengan adanya pemanfaatan sampah an organik sebagai salah satu media tanam alternatif, maka dapat mengurangi sampah an organik yang tidak termanfaatkan
3.      Siswa berhasil membuat media tanam alternatif dari sampah an organik yang memiliki konsep dasar dari pembelajaran fisika fluida tentang gejala kapilaritas.
4.      Siswa memiliki keterampilan terapan yang dapat diterapkan sebelum lulus jenjang SMA ataupun setelah lulus jenjang SMA
5.      Terbukti  bahwa penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari itu ternyata mudah, murah, tidak perlu keterampilan khusus dan bisa menghasilkan pendapatan yang besar.
6.      Siswa mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan modal penerapan ilmu fisika, jika nantinya tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

B.     Saran
1.      Sekolah harus mampu membaca peluang apa saja yang bisa dilakukan oleh siswa setelah lulus dari SMA

2.      Mulailah dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran baik intra maupun ekstra, sebab setiap sekolah mempunyai masalah masing-masing dan tidak sama dengan sekolah lainnya.