Selasa, 25 Juni 2019

Hukum Pascal Yes


HUKUM PASCAL YES
LILIK IDAYATI, S.Pd., M.Pd. SMAN 2 TRENGGLEK

BAB I
PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang Masalah
Dalam rangka menuju indonesia emas tahun 2020, tidak ada cara terbaik selain menyukseskan studi semua peserta didik di sekolah, mulai dari level terendah hingga paling tinggi. Hal ini dilakukan dalam semangat kebersamaan, kekompakan, dan kesetiakawanan sosial. Dengan spirit ini, kesuksesan bersama akan diraih sehingga kelak Indonesia akan dipenuhi sumber daya manusia berkualitas yang siap menjadi lokomotif perubahan dan kebangkitan bangsa dalam segala bidang (Asmani J Ma’mur : 2016)
Dalam konteks ini maka belajar secara berkelompok merupakan salah satu solusi tepat bagi tercapainya cita-cita besar tersebut. Kebersamaan menjadi kata kunci keberhasilan bersama. Artinya, pihak yang cerdas akan berbagi kepada mereka yang kurang pandai. Sebaliknya pihak yang kurang pandai tidak malu untuk belajar kepada orang-orang cerdas. Dengan demikian, mereka dapat secara bersama-sama menjadi anak bangsa yang berilmu tinggi dan bermanfaat bagi kemajuan ibu pertiwi.
Hal ini mengingatkan penulis pada permasalahan yang ada di SMAN 2 Trenggalek tempat penulis bekerja. SMAN 2 Trenggalek merupakan salah satu SMA Negeri di Kabupaten Trenggalek yang memiliki dua peminatan yaitu peminatan IPA dan Peminatan IPS. Peserta didik di SMAN 2 tersebut yang berminat ke IPA lebih tinggi dibanding yang berminat ke IPS. Hal ini terbukti bahwa  pada Tahun Pelajaran 2014/2015 peserta didik sejumlah 322 yang berminat ke IPA sebanyak 242 peserta didik dan yang berminat ke IPS sebanyak 80 peserta didik. Pada Tahun Pelajaran 2015/2016 peserta didik sejumlah 324 yang berminat ke IPA sebanyak 245 peserta didik dan yang berminat ke IPS sebanyak 79 peserta didik. Namun demikian penulis selaku guru fisika sering mendengar keluhan dari peserta didik bahwa pelajaran fisika sulit dan rumit. Salah satu materi yang dianggap sulit dan rumit adalah materi Hukum pascal.
Pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal dapat dilaksanakan hanya bisa dilakukan dengan berkelompok, dengan berkelompok pihak yang cerdas akan berbagi kepada mereka yang kurang pandai. Sebaliknya pihak yang kurang pandai tidak malu untuk belajar kepada orang-orang cerdas. Dengan demikian, mereka dapat secara bersama-sama memahami konsep hukum pascal.
Dengan berprinsip pada hal tersebut diatas maka pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal akan dilaksanakan. Karena dalam pembelajaran ini ada proses mendengar, melihat, diskusi, menerapkan konsep dan mengajarkan kepada teman yang lain. Setelah dilakukan pembelajaran materi hukum pascal menggunakan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal ini diharapkan adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik. Sehingga persepsi peserta didik tentang hukum pascal itu sulit dan rumit bisa di hilangkan dan berubah menjadi Hukum Pascal Yes
2.     Permasalahan
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka identifikasi permasalahanya adalah “Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar fisika menggunakan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal?”
3.     Strategi Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan permasalahan di atas penulis menggunakan pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada pembelajaran fisika materi Hukum pascal. Pembelajaran ini mencakup sejumlah aktivitas yang mengarah pada tujuan akhir yaitu adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik.

BAB II
IMPLEMENTASI BEST PRACTISE
1.     Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah
Dipilihnya pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada pembelajaran fisika dikarenakan pembelajaran ini mencakup sejumlah aktivitas yang mengarah pada tujuan akhir yaitu peningkatan prestasi belajar peserta didik, yang nantinya dapat mengubah persepsi peserta didik bahwa hukum pascal itu sulit dan rumit menjadi Hukum Pascal Yes.
Diterapkannya pembelajaran teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada pembelajaran fisika tersebut dapat mengatasi permasalahan keluhan peserta didik  dan merubah persepsi peserta didik bahwa  pelajaran fisika sulit dan rumit menjadi belajar fisika itu ternyata mengasyikkan. Selain itu penerapan metode pembelajaran ini melibatkan peserta didik secara aktif, kreatif, efektif , dan menumbuhkan perasaan senang terhadap pelajaran  fisika serta menunjukkan bahwa pelajaran fisika tersebut mengasyikkan.
Berdasarkan uraian di atas penulis memilih pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada pembelajaran fisika untuk memecahkan permasalahan persepsi bahwa pelajaran fisika sulit dan rumit  pada peserta didik  SMAN 2 Trenggalek.
1.     Implementasi Strategi Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan permasalahan peserta didik di SMAN 2 Trenggalek yang sangat membutuhkan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, serta pembelajaran nyata tentang sebuah konsep fisika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu diterapkan pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada pembelajaran fisika. Penerapan pembelajaran fisika ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Adapun tahap- tahap itu adalah sebagai berikut:
1)    Tahap Perencanaan.
pada tahap perencanaan yaitu menentukan materi hukum pascal untuk pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal, membuat Rencana pembelajaran hukum pascal dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal, membuat instrumen evaluasi prestasi belajar peserta didik
2)    Tahap Pelaksanaan
Best practise tentang pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016. Adapaun tahapan operasional pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
No.
Uraian kegiatan
Keterngan
1.
·         1. Guru menyampaikan  :
·    kompetensi inti,
·    kompetensi dasar
·    tujuan pembelajarannya adalah meningkatkan prestasi belajar peserta didik materi hukum pascal
·    pembelajarana menggunakan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal.
·    apersepsi tentang materi hukum  pascal.
2.  Guru membentuk 6 kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 anggota kelompok.
3.  Guru membagi tugas kepada kelompok yang sudah terbentuk. Kelompok 1 dan 2 membuat alat peraga miniatur alat pengeduk tanah atau bego, kelompok 3 dan 4 membuat alat peraga jembatan hidrolik dan dongkrak hidrolik, kelompok 5 dan 6 membuat alat peraga rem hidrolik.
4.  Guru memberikan petunjuk pembuatan alat peraga hukum pascal.
5.  Peserta didik dapat mencari referensi dari internet dan dari kehidupan sehari-hari dengan cara survei langsung ke lokasi tempat alat-alat yang menggunakan prinsip hukum pascal.
7 maret 2016
2.
·     Peserta didik mulai membuat alat peraga hukum pascal sesuai dengan petunjuk dari guru dan sesuai dengan referensi yang mereka dapat baik dari internet ataupun dari melihat langsung. Pembuatan alat peraga dilakukan di luar jam sekolah.
·     Untuk menghindari adanya kecurangan dalam pembuatan alat peraga tersebut, maka masing-masing kelompok harus memvidiokan semua proses pembuatan alat peraga.
·     Dengan adanya video proses pembuatan alat peraga ini guru dapat mengetahui bahwa alat yang dihasilkan orisinil atau asli.
·     Guru dapat melihat secara tidak langsung keterlibatan masing-masing anggota kelompok pada saat pembuatan alat peraga.
·     Masing-masing peserta didik harus menguasai prinsip hukum pascal karena mereka sendiri yang harus menerapkan prinsip tersebut dalam pembuatan alat peraga.
8-13 maret 2016


3.
·     Melanjutkan pembuatan alat peraga hukum pascal yang dibimbing langsung oleh guru.Guru berkeliling memberikan bimbingan kelompok, jadi masing-masing kelompok dapat dengan mudah mengkonsultasikan kesulitan mereka dalam pembuatan alat peraga.Pelaksanaan pembuatan alat peraga dapat di dalam kelas ataupun di luar kelas sesuai dengan kenyamanan yang diinginkan masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan dengan asumsi peserta didik merasa nyaman dan bebas mengeksplor seluruh kemampuan.
14 maret 2016
4.
·     Finalisasi pembuatan alat peraga hukum pascal. Setelah selesai pembuatan alat peraga hukum pascal, peserta didik menyiapkan media presentasi berupa power point. Menghasilkan alat peraga pascal hukum pascal yang dapat membuat pembelajaran fisika menjadi mengasyikkan itu yang menjadi prioritas utama.
15 maret 2016
5.
·     Presentasi  konsep hukum pascal, hasil pembuatan alat peraga, contoh soal dan laitihan soal. Peserta didik terlihat sangat antusias saat presentasi berlangsung. Para penyaji terlihat percaya diri saat presentasi karena mereka merasa menguasai konsep tentang hukum pascal, mereka tahu betul penerapan prinsip hukum pascal dalam kehidupan sehari-hari karena mereka mengalami langsung. Para peserta atau audien juga terlihat antusias saat sesi tanya jawab. Mereka berlomba-lomba aktif mengambil bagian untuk bertanya. Ini merupakan salah satu indikator bahwa konsep hukum pascal beserta penerapannya sudah mereka kuasai.
21 maret 2016
6.
·    Melanjutkan presentasi konsep hukum pascal, proses pembuatan alat peraga, prinsip kerja alat peraga, latihan soal dan kesimpulan dari semua kegiatan yang mereka lakukan.
·    Pengambilan video pembelajaran saat di kelas, ini dilakukan untuk memotivasi peserta didik agar lebih aktif pada saat proses belajar mengajar, karena keaktifan mereka terekam langsung oleh video, yang akan digunakan sebagai salah satu dasar penilain guru. Setelah presentasi guru bersama-sama dengan peserta didik membuat kesimpulan akhir dari hasil keseluruhan presentasi. Pembelajaran diakhiri dengan guru memberikan tugas koqnitif yang harus diselesaikan peserta didik.
22 maret 2016

7.
·     Pengumpulan alat peraga hukum pascal, media presentasi power point, video pembuatan alat peraga dan video pembelajaran saat presentasi di kelas. pelaksanaan evaluasi (ulangan harian)..
28 maret 2016

3)     Tahap Refleksi
Kegiatan refleksi ini dilaksanakan sebelum peserta didik melaksanakan presentasi di kelas. Dengan melihat video pembuatan alat peraga serta alat peraga yang masih belum jadi, guru memberikan bimbingan dan masukan demi sempurnanya alat peraga yang dihasilkan.
3.    Hasil atau Dampak yang dicapai dari Strategi yang dipilih
Pada pelaksanaan pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal oleh peserta didik SMA Negeri 2 Trenggalek ternyata membawa dampak yang sangat baik antara lain:
1.    Peserta didik merasa bahwa ternyata belajar fisika itu mengasyikkan setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal. Mereka antusias sekali dalam pembuatan alat peraga hukum pascal..
2.    Peserta didik terlihat berupaya membuat alat peraga dan video pembelajaran sesempurna mungkin, karena alat peraga yang bagus dan sesuai dengan prinsip hukum pascal merupakan salah satu indikator bahwa mereka telah menguasai konsep hukum pascal. Sedangkan video pembuatan alat peraga yang mereka hasilkan merupakan bukti bahwa alat yang mereka hasilkan adalah murni karya sendiri.
3.    Peserta didik  terlihat aktif pada saat presentasi dan pada sesi tanya jawab, karena mereka merasa menguasai materi.
Adapaun hasil belajar yang diperoleh peserta didik dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
NO
NAMA
NILAI
1
Ali Nur Azis
100
2
Anggi Febriana R U 
95
3
Anila Rizqi        
90
4
Aulia Rahmasari    
95
5
Avinda Zakcy R     
90
6
Bobby Mahendra P   
90
7
Dewi Fitria Sari   
90
8
Dhea Nova Malinda  
80
9
Dony Uyung Nur C   
85
10
Ella Aurelya       
95
11
Farid Tommy Laksana
95
12
Fuad Bagus Setiawan
100
13
Hafidz Farosy I N  
100
14
Icon Yohna Baskhara
90
15
Ilham Ristya Mukti 
90
16
Kharisma Nur Hakiki
90
17
Kiki Mila P        
90
18
Kiki Widyas M      
95
19
Kurnia Dwi Cahyani 
95
20
Levina Rihadatul A 
100
21
Maharani Indah Saputri
85
22
Nia Nurkhanifah    
85
23
Nurhidayati Rofiah M
95
24
Osa Dwi Jayanti    
90
25
Pandu Surya Mahendra
90
26
Primus Sari Javana C
95
27
Putri Solehana P   
85
28
Rinaldi Benny H M  
100
29
Rosita Purnaning T 
100
30
Sabilla Tian Safitri
90
31
Sara Budi Rimbasari
90
32
Satria Budi Luhur  
95
33
Septian Haryo K    
85
34
Sunu Hasibudin P   
95
35
Tania Ayu Wulandari
95
36
Wahyu Armi Dewi    
90

Rata-Rata
92,22
Melihat hasil belajar yang kami sajikan di atas sudah sangat jelas bahwa kegiatan pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal pada pembelajaran fisika yang telah dilaksanakan oleh peserta didik SMA Negeri 2 Trenggalek membawa dampak yang sangat signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.

BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan yang dilakukan di atas dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal pada pembelajaran fisika sangat baik di gunakan di dalam pembelajaran , selain untuk menghilangkan kejenuhan pembelajaran di dalam kelas yang paling penting adalah kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik  pengalaman hidup yang sesungguhnya, artinya peserta didik dapat menerapkan sebuah konsep fisika dalam pembuatan alat peraga dan video pembelajaran yang sama persis dengan peralatan nyata yang ada dalam lingkungan sekitar. Hal ini menjadikan kegiatan  pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan, sehingga anggapan bahwa fisika itu sulit dan rumit sudah beralih menjadi belajar fisika itu ternyata mengasyikkan.


DAFTAR PUSTAKA

Asmani, Jamal Ma’mur. 2016. Tips Efektif Cooperative Learning. 
              Yogyakarta Diva Press
Silberman, L Melvin. 2004. Active Learning. Bandung Nusamedia

PROFIL PENULIS
LILIK IDAYATI, S.Pd., M.Pd.
Penulis Lahir di Kabupaten Trenggalek, 8 April 1977. Tahun 2001 penulis menikah dengan Suharjo, S.Pd, dan di karuniai dua orang anak, dengan nama Rizqa Ulya Fakhrun Nisa’ dan Haziq Almas Alfarezel. Penulis tinggal di Desa Durenan, Kec. Durenan, Kabupaten Trenggalek. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Pendidikan Fisika di Universitas Negeri Malang tahun 2000, kemudian menyelesaikan pendidikan S2 Teknologi Pendidikan di Universitas PGRI Adibuana Surabaya tahun 2014. Pekerjaan formal yang pernah penulis jalani yaitu sebagai guru tidak ttap di SMA Negeri 1 Durenan mulai 01 Oktober 2000 sd 31 Desember 2004. Menjadi ASN mulai 1 januari 2005 sd 31 September 2014 di SMA Negeri 1 Bendungan, dan mulai 1 Oktober 20014 sd sekarang mengajar di SMA Negeri 2 Trenggalek. Prestasi yang pernah penulis raih adalah juara 2 OGN Fisika SMA tingkat Kabupaten Trenggalek tahun 2015, juara 1 guru prestasi tingkat Kabupaten tahun 2016, menerima penghargaan sebagai guru pelopor peduli lingkungan tingkat kabupaten tahun 2017 dan juara 1 guru prestasi tingkat kabupaten tahun 2018.
Selain itu penulis juga merupakan Tim penilai sekaligus Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten sejak tahun 2016 sampai dengan sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar