HUKUM PASCAL YES
LILIK IDAYATI, S.Pd.,
M.Pd. SMAN 2 TRENGGLEK
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Masalah
Dalam
rangka menuju indonesia emas tahun 2020, tidak ada cara terbaik selain menyukseskan
studi semua peserta didik di sekolah, mulai dari level terendah hingga paling
tinggi. Hal ini dilakukan dalam semangat kebersamaan, kekompakan, dan
kesetiakawanan sosial. Dengan spirit ini, kesuksesan bersama akan diraih
sehingga kelak Indonesia akan dipenuhi sumber daya manusia berkualitas yang
siap menjadi lokomotif perubahan dan kebangkitan bangsa dalam segala bidang
(Asmani J Ma’mur : 2016)
Dalam
konteks ini maka belajar secara berkelompok merupakan salah satu solusi tepat
bagi tercapainya cita-cita besar tersebut. Kebersamaan menjadi kata kunci
keberhasilan bersama. Artinya, pihak yang cerdas akan berbagi kepada mereka
yang kurang pandai. Sebaliknya pihak yang kurang pandai tidak malu untuk
belajar kepada orang-orang cerdas. Dengan demikian, mereka dapat secara
bersama-sama menjadi anak bangsa yang berilmu tinggi dan bermanfaat bagi
kemajuan ibu pertiwi.
Hal
ini mengingatkan penulis pada permasalahan yang ada di SMAN 2 Trenggalek tempat
penulis bekerja. SMAN 2 Trenggalek merupakan
salah satu SMA Negeri di Kabupaten Trenggalek yang memiliki dua peminatan yaitu peminatan IPA dan Peminatan IPS. Peserta didik di SMAN 2
tersebut yang berminat ke IPA lebih tinggi dibanding yang berminat ke IPS. Hal ini terbukti bahwa pada Tahun Pelajaran 2014/2015 peserta didik sejumlah 322 yang berminat ke IPA sebanyak 242 peserta didik dan yang berminat ke IPS sebanyak 80 peserta didik. Pada Tahun Pelajaran 2015/2016 peserta
didik sejumlah 324 yang berminat ke IPA sebanyak 245 peserta didik dan yang berminat ke IPS sebanyak 79 peserta didik. Namun demikian penulis selaku guru fisika sering
mendengar keluhan dari peserta didik bahwa pelajaran fisika sulit dan rumit. Salah satu
materi yang dianggap sulit dan rumit adalah materi Hukum pascal.
Pembelajaran
dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal dapat dilaksanakan hanya bisa
dilakukan dengan berkelompok, dengan berkelompok pihak yang cerdas akan berbagi
kepada mereka yang kurang pandai. Sebaliknya pihak yang kurang pandai tidak
malu untuk belajar kepada orang-orang cerdas. Dengan demikian, mereka dapat
secara bersama-sama memahami konsep hukum pascal.
Dengan berprinsip pada hal tersebut diatas maka pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal akan dilaksanakan.
Karena dalam pembelajaran ini ada proses mendengar, melihat, diskusi,
menerapkan konsep dan mengajarkan kepada teman yang lain. Setelah dilakukan pembelajaran materi hukum pascal menggunakan
teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal ini
diharapkan adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik. Sehingga persepsi
peserta didik tentang hukum pascal itu sulit dan rumit bisa di hilangkan dan
berubah menjadi Hukum Pascal Yes
2. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka
identifikasi permasalahanya adalah “Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar fisika menggunakan teknik pembuatan
alat peraga hukum pascal?”
3. Strategi
Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan permasalahan di
atas penulis menggunakan pembelajaran dengan
teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada pembelajaran fisika materi Hukum
pascal. Pembelajaran ini mencakup sejumlah aktivitas yang
mengarah pada tujuan akhir yaitu adanya peningkatan prestasi belajar peserta
didik.
BAB II
IMPLEMENTASI BEST PRACTISE
1.
Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah
Dipilihnya pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum
Pascal pada pembelajaran fisika dikarenakan pembelajaran ini mencakup sejumlah aktivitas yang
mengarah pada tujuan akhir yaitu peningkatan prestasi belajar peserta didik,
yang nantinya dapat mengubah persepsi peserta didik bahwa hukum pascal itu
sulit dan rumit menjadi Hukum Pascal Yes.
Diterapkannya pembelajaran teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal
pada pembelajaran fisika tersebut dapat mengatasi permasalahan keluhan peserta
didik dan merubah persepsi peserta didik
bahwa pelajaran fisika sulit dan rumit menjadi belajar fisika itu
ternyata mengasyikkan. Selain itu penerapan metode pembelajaran ini melibatkan peserta didik secara aktif, kreatif, efektif , dan menumbuhkan perasaan senang terhadap pelajaran fisika
serta
menunjukkan bahwa pelajaran fisika tersebut mengasyikkan.
Berdasarkan uraian di
atas penulis memilih pembelajaran
dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada
pembelajaran fisika untuk memecahkan permasalahan persepsi bahwa pelajaran fisika sulit dan
rumit pada peserta didik SMAN 2 Trenggalek.
1.
Implementasi Strategi Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan permasalahan peserta didik di
SMAN 2 Trenggalek yang sangat membutuhkan kegiatan pembelajaran yang aktif,
kreatif, efektif dan menyenangkan, serta pembelajaran nyata tentang sebuah konsep fisika yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu diterapkan pembelajaran
dengan teknik pembuatan alat peraga Hukum Pascal pada
pembelajaran fisika. Penerapan pembelajaran
fisika ini terdiri dari tahap perencanaan,
pelaksanaan dan refleksi. Adapun tahap- tahap itu adalah sebagai berikut:
1)
Tahap Perencanaan.
pada tahap perencanaan yaitu menentukan
materi hukum pascal untuk pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga
hukum pascal, membuat Rencana pembelajaran hukum pascal dengan teknik pembuatan
alat peraga hukum pascal, membuat instrumen evaluasi prestasi belajar peserta
didik
2)
Tahap Pelaksanaan
Best practise tentang pembelajaran
dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016. Adapaun tahapan operasional pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
No.
|
Uraian kegiatan
|
Keterngan
|
1.
|
·
1. Guru menyampaikan :
· kompetensi inti,
· kompetensi dasar
· tujuan pembelajarannya
adalah meningkatkan prestasi belajar peserta
didik materi hukum pascal
· pembelajarana menggunakan teknik pembuatan
alat peraga hukum pascal.
· apersepsi tentang materi
hukum pascal.
2. Guru membentuk 6 kelompok yang masing-masing terdiri
dari 6 anggota kelompok.
3. Guru membagi tugas kepada kelompok
yang sudah terbentuk. Kelompok 1 dan 2 membuat alat peraga miniatur alat
pengeduk tanah atau bego, kelompok 3 dan 4 membuat alat peraga jembatan
hidrolik dan dongkrak hidrolik, kelompok 5 dan 6 membuat alat peraga rem hidrolik.
4. Guru memberikan petunjuk
pembuatan alat peraga hukum pascal.
5. Peserta didik dapat mencari
referensi dari internet dan dari kehidupan sehari-hari dengan cara survei
langsung ke lokasi tempat alat-alat yang menggunakan prinsip hukum pascal.
|
7 maret 2016
|
2.
|
· Peserta didik mulai membuat
alat peraga hukum pascal sesuai dengan petunjuk dari guru dan sesuai dengan
referensi yang mereka dapat baik dari internet ataupun dari melihat langsung.
Pembuatan alat peraga dilakukan di luar jam sekolah.
· Untuk menghindari adanya
kecurangan dalam pembuatan alat peraga tersebut, maka masing-masing kelompok
harus memvidiokan semua proses pembuatan alat peraga.
· Dengan adanya video proses
pembuatan alat peraga ini guru dapat mengetahui bahwa alat yang dihasilkan
orisinil atau asli.
· Guru dapat melihat secara
tidak langsung keterlibatan masing-masing anggota kelompok pada saat
pembuatan alat peraga.
· Masing-masing peserta didik
harus menguasai prinsip hukum pascal karena mereka sendiri yang harus
menerapkan prinsip tersebut dalam pembuatan alat peraga.
|
8-13 maret 2016
|
3.
|
· Melanjutkan pembuatan alat
peraga hukum pascal yang dibimbing langsung oleh guru.Guru berkeliling memberikan
bimbingan kelompok, jadi masing-masing kelompok dapat dengan mudah
mengkonsultasikan kesulitan mereka dalam pembuatan alat peraga.Pelaksanaan pembuatan
alat peraga dapat di dalam kelas ataupun di luar kelas sesuai dengan
kenyamanan yang diinginkan masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan dengan
asumsi peserta didik merasa nyaman dan bebas mengeksplor seluruh kemampuan.
|
14 maret 2016
|
4.
|
· Finalisasi pembuatan alat
peraga hukum pascal. Setelah selesai pembuatan alat peraga hukum pascal, peserta
didik menyiapkan media presentasi berupa power point. Menghasilkan alat
peraga pascal hukum pascal yang dapat membuat pembelajaran fisika menjadi
mengasyikkan itu yang menjadi prioritas utama.
|
15 maret 2016
|
5.
|
· Presentasi konsep hukum pascal, hasil pembuatan alat
peraga, contoh soal dan laitihan soal. Peserta didik terlihat sangat antusias
saat presentasi berlangsung. Para penyaji terlihat percaya diri saat
presentasi karena mereka merasa menguasai konsep tentang hukum pascal, mereka
tahu betul penerapan prinsip hukum pascal dalam kehidupan sehari-hari karena
mereka mengalami langsung. Para peserta atau audien juga terlihat antusias
saat sesi tanya jawab. Mereka berlomba-lomba aktif mengambil bagian untuk bertanya.
Ini merupakan salah satu indikator bahwa konsep hukum pascal beserta
penerapannya sudah mereka kuasai.
|
21 maret 2016
|
6.
|
· Melanjutkan presentasi
konsep hukum pascal, proses pembuatan alat peraga, prinsip kerja alat peraga,
latihan soal dan kesimpulan dari semua kegiatan yang mereka lakukan.
· Pengambilan video
pembelajaran saat di kelas, ini dilakukan untuk memotivasi peserta didik agar
lebih aktif pada saat proses belajar mengajar, karena keaktifan mereka
terekam langsung oleh video, yang akan digunakan sebagai salah satu dasar
penilain guru. Setelah presentasi guru bersama-sama dengan peserta didik
membuat kesimpulan akhir dari hasil keseluruhan presentasi. Pembelajaran
diakhiri dengan guru memberikan tugas koqnitif yang harus diselesaikan
peserta didik.
|
22 maret 2016
|
7.
|
· Pengumpulan alat peraga
hukum pascal, media presentasi power point, video pembuatan alat peraga dan
video pembelajaran saat presentasi di kelas. pelaksanaan evaluasi (ulangan
harian)..
|
28 maret 2016
|
3)
Tahap Refleksi
Kegiatan refleksi ini dilaksanakan sebelum peserta didik
melaksanakan presentasi di kelas. Dengan melihat video pembuatan alat peraga
serta alat peraga yang masih belum jadi, guru memberikan bimbingan dan masukan
demi sempurnanya alat peraga yang dihasilkan.
3.
Hasil atau Dampak yang dicapai dari Strategi
yang dipilih
Pada pelaksanaan pembelajaran
dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal oleh peserta didik SMA Negeri 2 Trenggalek ternyata
membawa dampak yang sangat baik antara lain:
1. Peserta didik merasa bahwa ternyata belajar
fisika itu mengasyikkan setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan
teknik pembuatan alat peraga hukum pascal. Mereka antusias sekali dalam pembuatan alat peraga hukum pascal..
2. Peserta didik terlihat berupaya membuat alat
peraga dan video pembelajaran sesempurna mungkin, karena alat peraga yang bagus
dan sesuai dengan prinsip hukum pascal merupakan salah satu indikator bahwa
mereka telah menguasai konsep hukum pascal. Sedangkan video pembuatan alat
peraga yang mereka hasilkan merupakan bukti bahwa alat yang mereka hasilkan
adalah murni karya sendiri.
3. Peserta didik
terlihat aktif pada saat presentasi dan pada sesi tanya jawab, karena
mereka merasa menguasai materi.
Adapaun hasil belajar yang diperoleh peserta didik
dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
NO
|
NAMA
|
NILAI
|
1
|
Ali Nur Azis
|
100
|
2
|
Anggi Febriana R U
|
95
|
3
|
Anila Rizqi
|
90
|
4
|
Aulia Rahmasari
|
95
|
5
|
Avinda Zakcy R
|
90
|
6
|
Bobby Mahendra P
|
90
|
7
|
Dewi Fitria Sari
|
90
|
8
|
Dhea Nova Malinda
|
80
|
9
|
Dony Uyung Nur C
|
85
|
10
|
Ella Aurelya
|
95
|
11
|
Farid Tommy Laksana
|
95
|
12
|
Fuad Bagus Setiawan
|
100
|
13
|
Hafidz Farosy I N
|
100
|
14
|
Icon Yohna Baskhara
|
90
|
15
|
Ilham Ristya Mukti
|
90
|
16
|
Kharisma Nur Hakiki
|
90
|
17
|
Kiki Mila P
|
90
|
18
|
Kiki Widyas M
|
95
|
19
|
Kurnia Dwi Cahyani
|
95
|
20
|
Levina Rihadatul A
|
100
|
21
|
Maharani Indah Saputri
|
85
|
22
|
Nia Nurkhanifah
|
85
|
23
|
Nurhidayati Rofiah M
|
95
|
24
|
Osa Dwi Jayanti
|
90
|
25
|
Pandu Surya Mahendra
|
90
|
26
|
Primus Sari Javana C
|
95
|
27
|
Putri Solehana P
|
85
|
28
|
Rinaldi Benny H M
|
100
|
29
|
Rosita Purnaning T
|
100
|
30
|
Sabilla Tian Safitri
|
90
|
31
|
Sara Budi Rimbasari
|
90
|
32
|
Satria Budi Luhur
|
95
|
33
|
Septian Haryo K
|
85
|
34
|
Sunu Hasibudin P
|
95
|
35
|
Tania Ayu Wulandari
|
95
|
36
|
Wahyu Armi Dewi
|
90
|
Rata-Rata
|
92,22
|
Melihat hasil
belajar yang kami sajikan di atas sudah sangat jelas bahwa kegiatan pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal pada pembelajaran fisika yang telah
dilaksanakan oleh peserta didik SMA Negeri 2 Trenggalek
membawa dampak yang sangat signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan yang
dilakukan di atas dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran dengan teknik pembuatan alat peraga hukum pascal pada pembelajaran fisika
sangat baik di gunakan di dalam pembelajaran , selain untuk menghilangkan
kejenuhan pembelajaran di dalam kelas yang paling penting adalah kegiatan
tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik pengalaman hidup yang sesungguhnya, artinya peserta
didik dapat menerapkan sebuah konsep fisika dalam pembuatan alat peraga dan
video pembelajaran yang sama persis dengan peralatan nyata yang ada dalam
lingkungan sekitar. Hal ini menjadikan kegiatan
pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan, sehingga anggapan bahwa
fisika itu sulit dan rumit sudah beralih menjadi belajar fisika itu ternyata
mengasyikkan.
DAFTAR PUSTAKA
Asmani, Jamal Ma’mur.
2016. Tips Efektif Cooperative Learning.
Yogyakarta Diva Press
Silberman, L Melvin.
2004. Active Learning. Bandung
Nusamedia
Penulis Lahir di Kabupaten Trenggalek, 8
April 1977. Tahun 2001 penulis menikah dengan Suharjo, S.Pd, dan di karuniai
dua orang anak, dengan nama Rizqa Ulya Fakhrun Nisa’ dan Haziq Almas Alfarezel.
Penulis tinggal di Desa Durenan, Kec. Durenan, Kabupaten Trenggalek. Penulis
menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Pendidikan Fisika di Universitas Negeri
Malang tahun 2000, kemudian menyelesaikan pendidikan S2 Teknologi Pendidikan di
Universitas PGRI Adibuana Surabaya tahun 2014. Pekerjaan formal yang pernah
penulis jalani yaitu sebagai guru tidak ttap di SMA Negeri 1 Durenan mulai 01
Oktober 2000 sd 31 Desember 2004. Menjadi ASN mulai 1 januari 2005 sd 31
September 2014 di SMA Negeri 1 Bendungan, dan mulai 1 Oktober 20014 sd sekarang
mengajar di SMA Negeri 2 Trenggalek. Prestasi yang pernah penulis raih adalah
juara 2 OGN Fisika SMA tingkat Kabupaten Trenggalek tahun 2015, juara 1 guru
prestasi tingkat Kabupaten tahun 2016, menerima penghargaan sebagai guru
pelopor peduli lingkungan tingkat kabupaten tahun 2017 dan juara 1 guru
prestasi tingkat kabupaten tahun 2018.
Selain
itu penulis juga merupakan Tim penilai sekaligus Tim Pembina Adiwiyata
Kabupaten sejak tahun 2016 sampai dengan sekarang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar